Perlu Pertimbangan Matang Berantas Bom Ikan
Masih banyaknya penggunaan bom ikan oleh nelayan di Kabupaten Berau, juga mendapat perhatian khusus dari Komisi II DPRD Berau. Terlebih, permasalahan bom ikan ini juga sudah menjadi problematika yang terus menerus dihadapi. Apalagi dengan kewenangan yang dialihkan pusat ke provinsi, membuat ruang gerak Pemkab juga terbatas.
Dikatakan anggota Komisi II DPRD Berau, Eko Wiyono, mengatakan jika persoalan penggunaan bom ikan ini memang seharusnya mendapat perhatian khusus. Tetapi karena keterbatasan wewenang itulah sehingga untuk mematenkan Peraturan Daerah (Perda) pelarangan penggunaan bom maupun konsumsi ikan hasil bom, juga tidak bisa serta merta dilakukan.
Dikatakan Eko, untuk pengesahan Perda juga harus mempertimbangkan berbagai hal dan melihat kondisi pasokan ikan khususnya di Kabupaten Berau sendiri. Apakah jumlah ikan yang ada sudah bisa mencukupi konsumsi ikan masyarakat Berau atau belum? Jadi semuanya tidak bisa gegabah.
“Pusat pun tentunya sudah memiliki aturan dari A sampai Z tentang tata kelola nelayan termasuk masalah pasca jual dan sebagainya. Ini yang susah, kalau memang mau berantas oknum pengguna bom ikan juga harus memikirkan kedepannya, bagaimana nasib hidup mereka. Karena diibaratkan jika pakai bom ikan mereka bisa hidup, berpenghasilan, lalu dihentikan mendadak pastinya akan susah untuk praktiknya di lapangan. Sedangkan pusat atau provinsi juga tidak bisa melakukan pengawasan terus menerus karena kepulauan di Indonesia juga banyak kan, dan sudah menjadi lagu lama alasannya kalau jumlah aparat terbatas,” jelasnya.
Sedangkan untuk program menteri Susi terkait ikan ini dikatakannya juga sudah bagus, tetapi untuk jangka panjangnya juga harus dipikirkan, karena semuanya harus berawal dari niat dan pemahaman nelayan tentang pentingya menjaga alam dan kelangsungan hidup ikan yang ada.
“Kalau dalam hal penindakan jangka pendek, semua pihak masih berupaya, dengan sosialisasi kepada para nelayan tentang bagaimana efek bom itu sendiri. Kalau nelayan menyadari pasti mereka akan berpikir ulang karena ini juga menyangkut kelangsungan hidupnya sendiri. Malah, dengan penggunaan bom ikan terus menerus nantinya anak cucu tidak akan kebagian, susah mencari ikan di jarak dekat,” tegasnya.
Tak hanya sosialisasi secara berkala, pancingan ke nelayan dan solusi misalnya dengan kemudahan pinjaman, kemudahan minyak juga harus dipikirkan karena ini harus didukung lintas sektor.
Posted by
0 Komentar