Belajar ke Kota Gudeg Untuk Kembangkan Air Minum Kemasan
Minggu lalu, rombongan Komisi I dan Komisi II DPRD Berau yakni Subroto, Edy Santosa, Abdul Samad, Achmad Rijal dan Jekson Along menyambangi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta di Daerah Istimewa Jogjakarta, dengan tujuan mempelajari pola bisnisnya yang telah berhasil memproduksi air minum kemasan.
Pembelajaran ini nantinya akan diteruskan ke PDAM Tirta Segah Berau, untuk dapat memaksimalkan pemanfaatan air baku yang sudah diolah untuk dikembangkan menjadi air mineral, seperti halnya yang sudah sukses dilakukan oleh PDAM Tirtamarta.
“Di Berau kan juga sudah ada praktiknya ya. Sekarang kan sudah ada gagasan dari pengusaha lokal Berau yang membuat air minum dalam kemasan yang memanfaatkan air baku dari PDAM Tirta Segah. Karena itulah kami berkunjung ke Jogjakarta ini guna mendapatkan ilmu yang akan diteruskan atau ditindaklanjuti dengan PDAM,” terang Edy Santosa.
Sedangkan untuk kualitas air yang dihasilkan oleh PDAM Tirta Segah, dikatakannya sudah memiliki kualitas dengan jaminan air bersih, karena jaringan pipa yang digunakan untuk pengaliran ke masyarakat sudah menggunakan standar High density polyethylene (HDPE) - polietilena termoplastik yang terbuat dari minyak bumi, dapat didaur ulang, dan sangat tahan terhadap bahan kimia.
“Sangat memungkinkan untuk diolah menjadi air minum dalam kemasan, karena pipa yang digunakan oleh PDAM Tirta Segah sudah SNI, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pipa ini aman dan tidak mencemari bahan yang melaluinya. Sehingga, ketika pipa ini digunakan untuk sarana aliran air bersih, zat pembuatan pipa ini. Dengan kata lain, kualitas air yang melalui pipa ini tidak tercemar sama sekali,” lanjutnya.
Bahkan, pemanfaatan air baku yang sudah mulai dilakukan oleh putra daerah ini tentu saja bisa diberikan kebijakan khusus oleh Pemkab dalam rangka perluasan pemasarannya. Misalnya, untuk rapat-rapat perkantoran, seminar atau pertemuan maupun menjamu tamu, sekaligus memperkenalkan hasil olahan lokal yaitu air minum kemasan. Dengan begini, maka simbiosis mutualisme akan bisa terbentuk antara PDAM yang meningkatkan penjualan perusda, pemerintah yang terbantu dengan pengurangan jumlah pencari kerja dan masyarakat yang diberdayakan atau dipekerjakan oleh perusahaan.
“Meskipun masih merek lokal, tapi kualitasnya juga tak kalah dengan air kemasan yang diproduksi di luar kan?” tegasnya.
Posted by
0 Komentar