blog-img
27/05/2019

Truk Angkut TBS Tanpa Jaring Harus Ditindak Tegas

Bangun Banua | Keamanan dan Ketertiban

TANJUNG REDEB- Truk yang mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit , tapi tidak menggunakan jaring penutup muatan, masih mudah untuk dilihat saat melintas di jalan raya, salah satunya di Kampung Talisayan yang dikeluhkan warga setempat langsung mendapat respon anggota DPRD Berau.

Umumnya, muatan TBS yang akan diantar ke pabrik kelapa sawit, disusun bukan rata lagi dengan bak truck atau dumptruk.Akan tetapi susunannya sering melebihi permukaan bak atau lebih tinggi dari permuaan bak. Kondisi muatan seperti itu, kalau tidak ditutup dengan jaring bisa membahayakan, terutama pengguna jalan lainnya, karena muatan TBS berpotensi bisa jatuh ke jalan raya.

"Kami sering menemukan truk membawa muatan TBS yang seperti itu (tidak pakai jaring), muatannya full tapi masih saja nekad nggak ditutup pakai jaringn itu kan berbahaya, coba kalau janjang (tandan) buahnya ada yang jatuh, bisa berbahaya bagi kendaraan, atau orang lain yang berjalan di samping atau belakang truk TBS," Kata Anggota DPRD Berau, Subroto.

Untuk itu pihaknya berharap agar sopir atau pemilik TBS, memperhatikan keamanan muatan TBS dan orang lain.

"Satu-satunya cara ya kalau muatan TBS nya full, ya tutuplah pakai jaring, sesuai aturan yang berlaku" harapnya.

Karena truk yang mengangku TBS sawit wajib menggunakan tenda atau jaring pengaman saat melintas di jalan raya menuju pabrik pengolahan kelapa sawit yang dituju. Imbauan tersebut, sambung politisi Partai Golkar ini, juga dilakukan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat pengguna jalan, dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Kita mengimbau truk pengangkut TBS wajib pakai jaring,” tegasnya.

Untuk itu Subroto mengimbau kepada instansi terkait menyurati perusahaan-perusahaan sawit, serta pihak pengusaha sawit lainnya agar ketika memuat hasil panen sawitnya bisa menggunakan jaring pengaman dan tidak melebihi kapasitas kendaraan yang sudah ditentukan. Karena muatan berlebihan juga mengakibatkan jalan rusak, sebab antara beban muatan kendaraan melebihi batas maksimum badan jalan yang ada.

“Jika masih ada kendaraan membandel dan tidak mengindahkan aturan tersebut, instansi terkait mengambil tindakan tegas,” tambahnya.

Diakui, selama ini banyak truk pengangkut sawit sering melintas tidak menggunakan jaring pengaman. “Banyak truk mengangkut TBS penuh berbukit tanpa tenda maupun jaring pengaman. Tak jarang kita menemukan buah berceceran jatuh di jalan,” ujarnya.

Karena itu Subroto mengharapkan pemilik angkutan, supir maupun kernet bisa menciptakan kenyamanan bagi pengguna jalan di wilayah hukum Talisayan. Apalagi mengingat aktivitas lalulintas di Talisayan ramai lalu lalang kendaraan.

“Sebenarnya imbauan ini sudah sering terdengar, tapi mereka pemilik truk-truk pengangkut sawit itu saja yang membandel. Dengan imbauan resmi seperti ini, kita berharap mereka taat pada aturan. Kalau bisa, jika tetap membandel, selain diberi sanksi tilang ada baiknya diamankan juga. Dengan begitu, mereka bakal jera,” Pungkasnya.(bangun banua)  

Bagikan Ke:

Populer