blog-img
13/01/2019

Penataan Kawasan Kota Juga Jadi Pertaruhan Adipura

Bangun Banua | Kebersihan

Tanjung Redeb  –

Keberhasilan Pemkab Berau  meraih prestasi di bidang lingkungan mendapat apresiasi. Pasalnya, untuk mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan   bukan perkara mudah. Butuh kerja keras dan kerja sama semua pihak.

Salah satu apresiasi datang dari wakil rakyat. Ketua DPRD Berau, Hj Sarifatul Sya’diah S.Pd M.Si   mengatakan, penghargaan ini diterima Bupati Berau, H muharram S.Pd MM, Senin(13/1) di Jakarta, yang diserahlan langsung oleh Wakil Presiden RI, H Jusuf Kalla. Dia berharap prestasi di bidang lingkungan itu dipertahankan. Bahkan, harus ditingkatkan lagi. 

”Penghargaan itu tentu menjadi cambuk bagi semua pihak, untuk terus menjaga kebersihan. Mulai tempat-tempat umum seperti taman bunga, kawasan masjid, pasar, dan tempat strategis lainnya,” Ujar Sarifatul.

Wanita berhijab  ini menambahkan, kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus menjadi kebiasaan. Sebab, hal mendasar penghargaan Adipura bisa diperoleh karena kebersihan di tempat-tempat umum.

Kemudian, masyarakat berperan aktif menyampaikan informasi. “ Semisal ada sampah yang tidak dibuang di tempat yang telah tersedia, agar tidak sampai membusuk dan menganggu keasrian suatu lingkungan. Dengan demikian, sampah-sampah tersebut segera dibersihkan oleh petugas kebersihan,” Ungkapnya.

Penataan kawasan kota juga menjadi pertaruhan untuk terus memperoleh Adipura. Karena, sambung Sarifatul, tata kelola kota ikut menjadi penentu penilaian. Menurut dia, mempertahankan terkadang lebih sulit daripada memperoleh.

”Membangun Berau  membutuhkan peran semua pihak. Pemerintah memiliki kewajiban menjalankan pembangunan sejalan dengan kehendak baik rakyatnya,” Terangnya.

Atas prestasi yang ditorehkan ini, Sartifatul juga  mengapresiasi kinerja para pasukan kuning  atau petugas kebersihan yang dengan penuh dedikasi melaksanakan tugasnya membersihkan Kota Tanjung Redeb dan sekitarnya. “Apresiasi saya tentu juga tertuju  kepada pasukan kuning,karena merekalah semua ini kita bisa terima pada hari ini. Atas kerja keras dan dedikasi mereka. Perlu kita pahami apa yang mereka lakukan tidak semua orang mau melakukan pekerjaan kotor yang mereka lakukan,” Ungkapnya.

Adipura menurutnya  bukanlah akhir, tapi sebuah awal yang baik. Dalam menangani persoalan lingkungan,   mengajak semua pihak perlu bekerja lebih keras lagi dan menyempurnakan berbagai program dalam mengatasi persoalan sampah. Persoalan ini menurutnya tak hanya berkaitan dengan teknologi maupun sistem, tapi berkaitan dengan persoalan sosial. Perilaku atau kebiasaan masyarakat yang belum tertib dalam penanganan kebersihan ini harus diatasi.

“Itu yang harus diintervensi sehingga masyarakat bisa memahami tujuan kita bersama dalam menghadapi masalah sampah dan lingkungan ini,” tandasnya.

Bagikan Ke:

Populer