blog-img
09/08/2019

Pemindahan Ibukota Ke Kalimantan Jadi Peluang Bagus

Bangun Banua | Pemerintahan

Tanjung Redeb –

Rencana pemindahan ibukota Indonesia ke Pulau Kalimantan disambut baik semua pihak, tak terkecuali DPRD Berau. Disampaikan di sela-sela penyampaian pandangan akhir dalam Paripurna ke 11 dengan agenda persetujuan penetapan Raperda tentang revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 – 2021 oleh perwakilan fraksi Demokrat, Edy Santosa mengatakan itu adalah kesempatan yang bagus bagi Kalimantan.

“Kami dari Demokrat khususnya sangat mendukung pemindahan ibukota tersebut. Karena dengan pemindahan itu akan meningkatkan daya saing tak hanya di Kalimantan saja tetapi juga dengan pulau lainnya di Indonesia. Dan dengan begitu pula diharapkan pemerataan pembangunan di pulau Kalimantan bisa tercapai,” ungkapnya pada Jumat (9/8).

Presiden Joko Widodo telah memastikan bahwa ibu kota RI akan pindah di Pulau Kalimantan. Pernyataan tersebut diunggah di akun Instagram pribadinya @ jokowi pada Kamis (8/8). Jokowi menyebut tiga provinsi di Kalimantan yang akan menjadi lokasi ibu kota baru, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

"Selamat siang. Ibu kota negara kita akan pindah. Letaknya di Pulau Kalimantan. Di mana pastinya, sejauh ini telah mengerucut ke salah satu provinsi: bisa di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Segala aspek dalam proses pemindahan itu -- skema pembiayaan, desain kelembagaan, payung hukum regulasi mengenai pemindahan ibu kota -- sedang dikaji secara mendalam dan detail, sehingga keputusan nanti benar dalam visi ke depan kita. Pengalaman negara-negara lain dalam pemindahan ibu kota juga dipelajari untuk kita antisipasi hambatannya. Sebaliknya, faktor-faktor kunci keberhasilan yang bisa kita adopsi, kita adaptasi. Dalam memutuskan pemindahan ibu kota ini, posisi saya bukan sebagai kepala pemerintahan, tetapi sebagai kepala negara. Kita harus melihat visi besar berbangsa dan bernegara untuk 10 tahun, 50 tahun, 100 tahun yang akan datang," tulis Jokowi.

Presiden Jokowi telah berkunjung ke Borneo selama tiga hari, yakni 7 hingga 9 Mei 2019. Bersama Ibu Negara Iriana, ia mendatangai Desa Tumbang Talaken Kabupaten Gunung Mas dan Bukit Soeharto untuk mencari feeling calon ibu kota pengganti Jakarta.

“Indonesia sebagai negara besar juga ingin memiliki pusat pemerintahan yang terpisah dengan pusat ekonomi, bisnis, perdagangan dan jasa. Ini kita ingin menapak ke depan sebagai sebuah negara maju,” ujar Presiden Jokowi di sela blusukannya.(bangun banua)

Bagikan Ke:

Populer