blog-img
13/12/2018

Hiperbarik Jadi Pintu Dongkrak Pariwisata

Bangun Banua | Kesehatan

Tanjung Redeb-

 Fasilitas terapi oksigen atau hyperbaric chamber di Puskesmas Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, sudah dapat dimanfaatkan tahun 2019.

Pemanfaatan seiring dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan. Fasilitas tersebut telah dibangun sejak beberapa tahun lalu menggunakan anggaran pemerintah pusat. Puskesmas Tanjung Batu menjadi satu-satunya puskesmas di Kaltim yang telah memiliki fasilitas ini. Tentu tujuannya untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Pemanfaatan hiperbarik juga telah didukung operator terlatih. Bahkan melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas Tanjung Batu telah memberikan pelatihan lanjutan kepada operator dan tenaga medis yang akan mengoperasikan. Begitu juga dengan penambahan fasilitas pendukung agar perangkat ini benar-benar berfungsi maksimal untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam penyampaian pandangan akhir fraksi dalam pengesahan 9 Raperda beberapa waktu lalu, Fraksi Nasdem juga menyisipkan beberapa catatan, dimana yang paling ditekankan adalah Perda retribusi kesehatan. Yang dianggap sangat penting untuk segera disahkan mengingat fungsinya yang penting.

“Dengan disahkannya Perda retribusi kesehatan ini tentunya akan membuka pintu bagi sektor pariwisata yang ada di Berau, karena saat ini kan juga sudah ada hyperbaric chamber atau alat terapi oksigen yang ada di Puskesmas Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan. Yang dipaparkan juru bicara  Achmad Rijal yang membacakan pandangan akhir fraksi Nasdem saat Paripurna ke-20 pada Senin lalu.

Terapi Hiperbarik biasa digunakan oleh para penyelam, karena metode pengobatan yang dilakukan dengan cara memberikan oksigen murni di dalam ruangan khusus bertekanan udara tinggi untuk dihirup pasien. Tentunya, dengan manfaatnya tersebut, Berau yang menjadi surga bagi para diving pastilah akan sangat membutuhkan hiperbarik tersebut.

Terapi oksigen hiperbarik memang diutamakan bagi penyelam yang mengidap penyakit dekompresi dan keracunan gas. Oksigen murni yang dialirkan ke dalam tubuh meningkatkan kadar kandungan hingga tiga kali lipat, dan membantu mempercepat pelepasan gas beracun sekaligus memenuhi kebutuhan seluruh sel.

“Dari situlah nantinya kita menarik retribusi pemakaiannya. Apalagi kalau musim liburan pasti banyak wisatawan yang datang ke Berau, dan alat hiperbarik tersebut juga bisa memberikan pemasukan yang lumayan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata,” tambahnya.

Terapi ini bisa juga menyembuhkan berbagai jenis luka, termasuk akibat diabetes dan luka bakar. Bagi pengidap trauma kecelakaan seperti bengkak dan nyeri, hingga patah tulang juga dianjurkan mengambil terapi ini. Oksigen dapat mempercepat pertumbuhan jaringan dan tulang yang patah di saat bersamaan juga meredakan bengkak dan nyeri. Beberapa masalah lain yang juga dapat diatasi dengan terapi hiperbarik adalah gangguan saraf seperti stroke dan neuropati, gangguan telinga seperti tuli mendadak, vertigo, penyempitan pembuluh darah mata, gangguan saluran cerna, infeksi jamur pada organ dan kulit hingga alergi.

Untuk itu, setelah adanya Perda retribusi kesehatan yang disahkan, diharapkan nantinya Hiperbarik segera dioperasikan di 2019. Apalagi untuk tenaga kesehatan atau operatornya yang menjalankan alat tersebut juga sudah ada dan sudah dilatih. Sehingga untuk sarana dan prasarana yang sudah menunjang tersebut, tak ada alasan lagi belum bisa menjalankan alat tersebut.

Selain Hiperbarik yang menjadi catatan, fraksi Nasdem juga mengtakan kalau rencana adanya terapi herbal di setiap puskesmas di Berau juga perlu untuk direalisasikan. Ini juga tentunya akan membantu menambah pemasukan daerah yakni melalui retribusi kesehatan yang sudah diperdakan.

Bagikan Ke:

Populer